Teori Pendidikan

TEORI-TEORI, FENOMENA, DAN INDIKATOR

  1. 1. Teori John Locke ( Abad 17 )

“Jika beberapa elemen (unsur) bersama-sama atau berturut-turut masuk ke dalam kesadaran, dengan sendirinya terjadi hubungan antara unsur-unsur itu. Hubungan ini disebut asosiasi.”

Teori diatas berkaitan dengan masalah Psikologi. Dan merupakan salah satu aliran psikologi, dikarenakan banyaknya tokoh-tokoh psikologi yang berbeda pendapat tentang masalah yang satu ini yaitu, Ilmu Jiwa.

Tiap-tiap gejala jiwa tidak lain adalah unsur-unsur elemen. Dan kekuatan asosiasi tergantung banyak kalinya unsur-unsur itu masuk bersama-sama ke dalam alam kesadaran dengan berbagai faktor yang ada.

Ilmu jiwa asosiasi hanya bersifat diluar saja, sehingga tidak dapat mengubah atau mengganti sifat masing-masing elemen. Sebab itulah gejala mengenai dunia luar dipandang primer, sehingga gejala merasa dan menghendaki dipandang sekunder.

Psikologi assosiasi ini mengikuti cara kerja ilmu gaya (mekanika).dan bersifat ilmu pengetahun alam yang dipakainya adalah metode ilmu pengetahun alam, yakni analistis-sintesis.

Maksud dari analistis dan sintesis ialah orang berusaha mengadakan analisa untuk mengembalikan dan berusaha menyusun semua gejala jiwa kepada unsur yang paling sederhana, yakni tanggapan sesuatu yang terjadi dalam kesadaran berasal dari elemen-elemen tersebut. Bahkan gejala jiwa yang lebih tinggi ( msal: berfikir, merasa, dan menghendaki) dapat dikembalikan kepada tanggapan.

2. FENOMENA

Salah satu ciri dari psikologi assosiasi adalah bersifat kausalitas, yang berarti peristiwa-peristiwa dalam jiwa diterangkan dengan adanya perangsang yang berasal dari luar. Manusia merupakan hanya makhluk yang sama berkembang karena kebiasaan-keniasaan dan pendidikan yang dapa mempengaruhi sekehendak hatinya.

Ada dua orang anak kembar yang satu bernama Riko dan yang lain Roki. Karena kedua orang tuanya telah bercerai maka, kedua anak kembar ini dibesarkan di tempat yang berbeda. Anak pertama Riko ikut Ayahnya, seorang pebisnis yang kaya raya. Anak yang kedua Roki ikut Ibunya, seorang petani bawang di desanya.

Dari latar belakang yang berbeda walau mereka kembar, saat mereka berdua berkembang untuk menjadi manusia dewasa. Kedua anak kembar Riko dan Roki ini akan sangat berbeda mulai cara berpakaian, tingkah laku, dan kebiasaan-kebiasaannya.

Anak pertama Riko, selalu berpakaian rapi, bersih, dan terlihat elegant dan terawat. Selain itu memilki kebiasaan seperti remaja masa kini yaitu clabing, pergi ke mal-mal, dan diskotik-diskotik. Sangat berbeda 180 derajat, anak kedua Roki yang latar belakang Ibunya yaitu petani. Dia lebih terliha kotor, baju yang tidak layak pakai. Sedangkan kebiasaan bepergian yang juga jauh berbeda dengan kakaknya Riko, lebih banyak waktunya dipakai untuk menggarap sawah dan pergi ke masjid untuk mengaji.

Dari bagian-bagian atau unsur itu terjadi suatu proses penggabungan. Dari berbagai faktor mereka kembar tetapi memiliki karakteristik dan kebiasaan yang berbeda. Bahkan berbeda jauh, itu semua menurut latar belakang dari orang tuanya dan lingkungan itu yang membentuk.

3. INDIKATOR

Ada beberapa indikator dari fenomena diatas :

  1. Ilmu jiwa Asssosiasi adalah psikologi elemen jiwa, hanyalah jumlah atau kumpulan daripada elemen-elemen kesatuan hidup kejiwaan itu.

  2. Psikologi Assosiasi merupakan psikologi yang bersifat ilmu pengetahuan ilmu pengetahuan. Dan metode kerja yang dipakai adaalh meode ilmu pengetahuan alam, yakni analistis-sintesis. Dengan cara menganalisa dan menyusun gejala-gejala jiwa yang ada kepada arah yang sederhana hingga yang lebih pelik dari unusr-unsur tersebut.

  3. Semua peristiwa-peristiwa jiwa dalam jiwa diterangkan dengan adanya perangsang-perangsang yang berasal dari luar. Seperti keluarga, masyarakat dan lingkungan sekitar.

  4. Segala hal masalah gejala-gejala dari dunia luar (lingkungan, keluarga, dan masyarakat) dipandang sebagai primer, sedangkan gejala dari dalam seperti merasa dan menghendaki itu semua dipandang sekunder.

  5. Tiap- tiap gejala jiwa tidak lain adalah kumpulan unsur-unsur elemen. Kemudian terjadi hubungan antara unsur tersebut.

  6. Kekuatan psikologi assosiasi tergantung banyak kalinya unsur-unsur itu masuk bersama-sama kedalam kesadaran. Karena dengan hal itu manusia kembar bisa berbeda jauh antar perilaku, watak dan kebiasaan.

  7. Ilmu jiwa assosiasi hanyabersifat luar saja dan tidak dapat mengubah sifat masing-masing

B. 1. Teori Robert M. Gagne

Teori ini ditemukan oleh Gagne yang didasarkan atas hasil riset tentang faktor-faktor yang kompleks pada proses belajar manusia. Penelitiannya dimaksudkan untuk menemukan teori pembelajaran yang efektif. Analisanya dimulai dari identifikasi konsep hirarki belajar, yaitu urut-urutan kemampuan yang harus dikuasai oleh pembelajar (peserta didik) agar dapat mempelajari hal-hal yang lebih sulit atau lebih kompleks.

Menurut Gagne belajar memberi kontribusi terhadap adaptasi yang diperlukan untuk mengembangkan proses yang logis, sehingga perkembangan tingkah laku (behavior) adalah hasil dari efek belajar yang komulatif. Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa belajar itu bukan proses tunggal. Belajar menurut Gagne tidak dapat didefinisikan dengan mudah, karena belajar bersifat kompleks.

Gagne mendefinisikan belajar adalah : mekanisme dimana seseorang menjadi anggota masyarakat yang berfungsi secara kompleks. Kompetensi itu meliputi, skill, pengetahuan, attitude (perilaku), dan nilai-nilai yang diperlukan oleh manusia, sehingga belajar adalah hasil dalam berbagai macam tingkah laku yang selanjutnya disebut kapasitas atau outcome. Kemampuan-kemampuan tersebut diperoleh pembelajar (peserta didik) dari Stimulus, lingkungan dan Proses kognitif

Menurut Gagne belajar dapat dikategorikan sebagai berikut :
1) Verbal information (informasi verbal)
2) Intellectual Skill (skil Intelektual)
3) Attitude (perilaku)
4) Cognitive strategi (strategi kognitif)

Belajar informasi verbal merupakan kemampuan yang dinyatakan , seperti membuat label, menyusun fakta-fakta, dan menjelaskan. Kemampuan / unjuk kerja dari hasil belajar, seperti membuat pernyataan, penyusunan frase, atau melaporkan informasi.

Kemampuan skil intelektual adalah kemampuan pembelajar yang dapat menunjukkan kompetensinya sebagai anggota masyarakat seperti; menganalisa berita-berita. Membuat keseimbangan keuangan, menggunakan bahasa untuk mengungkapkan konsep, menggunakan rumus-rumus matematika.

Dengan kata lain ia tahu “ Knowing how”Attitude (perilaku) merupakan kemampuan yang mempengaruhi pilihan pembelajar (peserta didik) untuk melakukan suatu tindakan. Belajar melalui model ini diperoleh melalui pemodelan atau orang yang ditokohkan, atau orang yang diidolakan.

Strategi kognitif adalah kemampuan yang mengontrol manajemen belajar si pembelajar mengingat dan berpikir. Cara yang terbaik untuk mengembangkan kemampuan tersebut adalah dengan melatih pembelajar memecahkan masalah, penelitian dan menerapkan teori-teori untuk memecahkan masalah riil dilapangan. Melalui pendidikan formal diharapkan pembelajar menjadi “self learner” dan “independent tinker”.

2. FENOMENA

Belajar merupakan proses yang kompleks. Dan itu meliputi, skill, pengetahuan, attitude (perilaku), dan nilai-nilai yang diperlukan oleh manusia, sehingga belajar adalah hasil dalam berbagai macam tingkah laku.

Fenomena dari teori diatas. Peserta didik atau siswa yang telah lulus mereka melakukan arak-arakan di jalanan, coret-coret baju mereka dengan spidol atau yang lainnya, bahkan ada yang berbuat yang tidak seharusnya dilakukan oleh para siswa. Ada pula beranggapan karena menjadikan sang idola atau contoh kakak kelas mereka yang kurang terpuji. Padahal mereka juga telah mendapat informasi masalah moral dan kemasyarakatan. Selama mereka mengikuti mata pelajaran Agama,dan Pendidikan Kewarganegaraan yang baik, minimal 2 jam setiap minggunya ( standard sekolah negeri) . Diatas kertas pengetahuan tentang agama sangat memuaskan, bahkan kebanyakan dari mereka mendapat nilai 80. Begitu pula dengan Pendidikan Kewarganegaraan juga memperoleh nilai yang memuaskan.

Fenomena ini sangat tidak sesuai dengan salah satu pengkategorian seorang yang belajar menurut Gagne. Karena dengan strategi kognitif siswa dituntut untuk bisa mengontrol, mengingat dan berfikir atas apa yang mereka dapat di kelas. Tetapi kenyataannya salah.

Dalam hal inilah sebenarnya letak terpenting. Belajar merupakan suatu proses yang komplek baik dalam hal proses kognitif dan stimulus lingkungan. Karena apabila salah satu dari keduanya itu terpisah maka itu belum bisa dikatakan belajar.

  1. INDIKATOR

Indikator yang dapat diambil dari Teori Gagne:

  1. Belajar proses yang sangat rumit dan komplek.

Tetapi dengan segala kerumitan dan kekomplekan itu seorang siswa atau anak didik bisa benar-benar menjadi seseorang yang bisa dibanggakan.

  1. Suatu ilmu pengetahuan bagus membutuhkan skill yang sangat bagus pula.

Ilmu tanpa skill bagaikan pohon rindang besar yang tidak berbuah, sedangkan skill tanpa ilmu pengetahuan bagaian pohon yang sangat kecil dan mudah roboh apabila terkena angain kencang tetapi memiliki buah yang besar-besar. Maka dari itu, orang pinter tidak mesti sukses, tanpa ada gerakan ada trobosan akan sesuatu. Begitu juga dengan yang aktif, juga idak akan bisa sesukses orang yang memiliki kepandaian kemudian dia mau berusaha dengan skill yang ada pada diri mereka.

  1. Memecahkan masalah dengan teori yang telah didapat.

Belajar berarti memahami segala teori yang telah diberikan pada tutor / guru. Dan dengan teori atau pelajaran itulah kita dituntut untuk berfikir memecahkan suatu masalah yang ada.

  1. Proses belajar di lingkungan masyarakat

Salah satu kemampuan pelajar adalah dari lingkungan, makadari itu perilaku mereka terhadap lingkungannya adalah sebagai out come atau hasil belajar selama di kelas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: