PROPOSAL PTK

PROPOSAL  PTK

MEMBIASAKAN SHALAT LIMA WAKTU DENGAN BUKU MONITORING  UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DALAM PRAKTEK IBADAH KEPADA SISWA KELAS VII SMP AL – AMIN RUNGKUT MENANGGAL SURABAYA

Disusun Oleh :

Achmad Muslimin D01207208

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL

FAKULTAS TARBIYAH SURABAYA

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

2009

 

JUDUL :

MEMBIASAKAN SHALAT LIMA WAKTU DENGAN BUKU MONITORING  UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI PRAKTEK IBADAH KEPADA SISWA KELAS VII SMP AL – AMIN RUNGKUT MENANGGAL SURABAYA

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A. LATAR BELAKANG

Shalat adalah suatu peribadatan yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Begitu pentingnya perintah shalat untuk umat Islam, hingga Allah memerintahkan kepada Rasullallah pada saat beliau Mi’raj ke Sidrotul Muntaha. Disana baginda Rasullullah SAW mendapat perintah langsung untuk mengerjakan shalat.

Indonesia adalah negara yang memiliki jumlah pemeluk Islam terbanyak didunia. Akan tetapi tidak semua orang yang memeluk agama Islam di Indonesia semuanya melaksanakan shalat. Dari 80% penduduk Islam, hanya sekitar 10% yang melaksanakan shalat diawal waktu dan berjamaah. Kemudian 20% yang melaksanakannya pertengahan dan diakhir waktu shalat.

Maka dari itu, berimbas pada tingkat kejahatan yang ada juga meningkat. Dan kebanyakan pelanggaran atau kejahatan itu dilakukan oleh oknum dari umat Islam. Kebanyakan dari mereka bukan hanya dari orang yang kurang memahami Islam, bahkan juga banyak dari cendikiawan islam itu sendiri.

Hal ini disebabkan, kurangnya pengetahuan tentang hakikat perintah shalat dan berbagai macam hal yang berkenaan dengan shalat, seperti; rukun shalat, waktu shalat, syarat wajib dan sah shalat, dan hal – hal yang membatalkan shalat. Sehingga kebanyakan dari mereka tidak bisa melaksanakan shalat dan kurang mempunyai kesadaran untuk beribadah.

Sebagai seorang yang memiliki tugas mencerdaskan anak bangsa, dalan hal IPTEK maupun IMTAK. Guru berusaha mendidik dan membiasakan pada siswa untuk shalat lima waktu secara baik dan diawal waktu shalat. Salah satu caranya yaitu dengan pembiasaan sejak dini dalam beribadah yakni terutama shalat.

Bedasarkan latar belakaeng diatas peneliti tertarik intuk meneliti fenomena diatas. Fenomena tersebut ialah kurangnya motivasi siswa SMP untuk mengerjakan shalat lima waktu dengan benar dan rutin, dengan cara penugasan di rumah dengan buku monitoring.

  1. B. RUMUSAN MASALAH

Dari pemaparan latar belakang diatas, dapat ditemukan permasalahan yang ada yaitu apakah membiasakan shalat lima waktu dengan buku monitoring mampu meningkatkan motivasi praktek ibadah siswa kelas VII SMP Al – Amin Rungkut Menanggal Surabaya.

Salah satu tindakan yang dilakukan adalah, membiasakannya sejak dini agar kelak siswa ini dewasa mereka sudah terbiasa untuk melaksanakan shalat, melalui media yaitu buku monitoring. Dengan tertanamnya iman dan ketaqwaan pada siswa, akan memberikan dampak positif bagi siswa itu sendiri dan lingkungan sekitarnya.

  1. C. TUJUAN PENELITIAN

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motivasi praktek ibadah siswa kelas VII SMP Al – Amin Rungkut Menanggal Surabaya, dengan membiasakannya melalui buku monitoring.

  1. D. MANFAAT PENELITIAN
    1. Bagi Guru

Salah satu manfaat yang diterima oleh guru adalah, lebih mumudahkan siswa untuk membiasakan kapada siswa, serta mampu melihat seberapa jauh siswa mengerjakan shalat melalui buku yang telah diberikan. Dan guru juga sekaligus terbantu dalam pembelajaran shalatnya, karena jika semua murid melaksanakan shalat dengan benar dan rutin bisa dipastikan mereka menerima pelajaran sesuai dengan indicator yang diharakan.

  1. Bagi Siswa

Tidak bisa dipungkiri bahwa manfaat akan sangat dirasakan oleh siswa secara langsung. Dengan membiasakan shalat maka pada tingkat kognitif yaitu masalah bacaan dan gerakan shalat, mereka pasti sangat faham dan hafal. Selain itu juga mereka tidak akan merasa berat ketika melaksanakan shalat, dikarenakan sudah terbiasa.

  1. Bagi Sekolah

Meskipun tidak secara langsung, akan tetapi siswa yang rajin dalam melaksanakan shalat, menciptakan lingkungan sekolah yang Islami. Karena memiliki siswa-siswa yang bertaqwa dan rajin beribadah yakni shalat. Maka dapat dipastikan berkurangnya siswa yang melanggar aturan sekolah.

  1. Bagi Masyarakat

Tidak hanya dalam lingkungan sekolah yang merasakan siswa-siwa mereka rajin dan terbiasa melaksanakn shalat lima waktu, akan tetapi lingkungan rumah yakni masyarakat juga terkena imbasnya. Hal ini akan sangat pada mushala dan masjid-masjid mereka. Makin bertambahnya shaf-shaf yang ada ketika adzan dikumandangkan. Insyaallah.

BAB II

KAJIAN TEORI

Shalat merupakan rukun islam kedua setelah syahadat. Dalam Islam shalat terbagi 2 macam, shalat sunnah dan shalat wajib. Shalat sunnah sangatlah banyak macamnya, dan hukumnya sunnah, jika melaksanakannya mendapatkan pahala dari Allah dan jika meninggalkannya tidak apa-apa. Sedangkan shalat wajib, jika dikerjakan mendapat pahala dan jika tidak dikerjakan akan mendapatkan dosa atau keburukan.

Didalam masyarakat sekarang ini pengerian kedua hal itu sudah tidak diperhatikan, bahkan terkesan cuek atau tidak menghiraukan. Jangankan untuk melaksanakan yang sunnah, yang wajib saja susah untuk mengerjakanya. Sehingga dalam KK (Kartu Kelurga) tertulis agama Islam akan tetapi kewajiban atas keislamannya tidak dilaksanakan.

Sehingga lingkungan yang tercipta adalah sekumpulan muslim yang telah bersyahadat bahwa Allah adalah tuhan mereka dan Rasullullah adalah utusan Allah, akan tetapi tidak nampak ketaatan dari mereka kepada Allah. Pelajaran yang diterima dari sekolah bahkan sudah mereka dapat dalam mengaji di TPA-TPQ sekitar mereka, tidak membuat para siswa menjadi seorang muslim yang penuh dengan ketaatan kepada Allah.

Shalat wajib lima waktu yaitu Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya’ dan Subuh mereka laksanakan dengan tidak teratur. Terkadang dalam sehari hanya bisa melaksanakan 2 atau 3 shalat saja dalam kewajiban shalat 5 waktunya. Atau hanya hari tertentu mereka mampu melaksanakan secara penuh. Kebanyakan dari alasan mereka tidak ada waktu untuk melaksanakan shalat wajib tersebut, dikarenakan kegiatan BIMBEL atau les disekolah.

Hal ini membuat kami sebagai sesama muslim sedikit prihatin atas apa yang terjadi dalam lingkungan seperti ini. Dengan bantuan dari wali murid dan motivasi dari seorang guru, yaitu dengan menerapkan sebuah media yaitu  buku monitoring. Buku ini akan memonitoring kegiatan siswa dirumah, termasuk shalat lima waktu.

Guru akan memberikan buku monitoring siswa, yang kemudian buku itu diserahkan kepada wali murid untuk mencoret atau mencontreng setiap kegiatan siswa yang dikerjakan ( termasuk shalat wajib ). Sehingga ketika besoknya saat guru coba mengecek bagaimana kegiatan siswa dirumah mereka berlandaskan dari buku monitoring tersebut, guru bisa melihat siapa-siapa siswa yang tidak mengerjakan shalat wajib.

Dibawah ini adalah bagan dari buku monitoring yang akan dibagikan kepada seluruh siswa kelas VII SMP Al-Amin Surabaya :

NO NAMA KEGIATAN Bulan :…………………..Ahad ke :…..
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Ahad
1. Shalat Dzuhur
2. Shalat Ashar
3. Shalat Maghrib
4. Shalat Isya’
5. Shalat Subuh
6. Shala Sunnah
Tanda Tangan Ortu Wali
Tanda Tangan Wali Kelas
Ket :

1.1. gambar table monitoring siswa

Dari tabel diatas guru menjelaskan kepada siswa bagamaina cara mengisi table tesebut. Tabel tersebut harus dicontreng jika siswa tesebut melaksanakan kegiatan diatas. Kemudian harus disertai tanda tangan dari wali murid dan wali kelasnya,  dengan begitu bisa dipertanggung jawabkan kebenaran data dari siswa. Untuk yang member contrengan boleh dari pihak orang tua atau siswa itu sendiri, dengan catatan dalam pengawasan orang tua murid.

Kemudian di kolom “ket :”diisikan catatan. Bisa dari orang tua atau wali kelas mereka. catatan ini berguna sebagai evaluasi dan motivasi. Agar siswa bersangkutan bisa lebih giat dalam melaksanakan tugas yang kita berikan. Karena dalam melaksanakannya ditakutkan ada kejenuhan yang timbul, sehingga dengan motivasi dan evaluasi kami pikir  bisa menjadikan dorongan untuk mereka.

KAJIAN PUSTAKA

  1. A. MEMBIASAKAN (Behaviorisme)

Membiasakan merupakan kegiatan yang diakukan secara terus menerus sehingga mengubah prilaku sebelumnya. Hal ini sama dengan aliran Behaviorisme, mereka memandang bahwa pola-pola perilaku itu dapat dibentuk melalui proses pembiasaan dan penguatan (reinforcement) dengan mengkondisikan atau menciptakan stimulus-stimulus (rangsangan) tertentu dalam lingkungan. Behaviorisme menjelaskan mekanisme proses terjadi dan berlangsungnya perilaku individu dapat digambarkan dalam bagan berikut :

S > R atau S > O > R

S = stimulus (rangsangan); R = Respons (perilaku, aktivitas) dan O=organisme (individu/manusia).

Karena stimulus datang dari lingkungan (W = world) dan R juga ditujukan kepadanya, maka mekanisme terjadi dan berlangsungnya dapat dilengkapkan seperti tampak dalam bagan berikut ini :

W > S > O > R > W

Yang dimaksud dengan lingkungan (W = world) di sini dapat dibagi ke dalam dua jenis yaitu :

  1. Lingkungan objektif (umgebung=segala sesuatu yang ada di sekitar individu dan secara potensial dapat melahirkan S).
  2. Lingkungan efektif (umwelt=segala sesuatu yang aktual merangsang organisme karena sesuai dengan pribadinya sehingga menimbulkan kesadaran tertentu pada diri organisme dan ia meresponsnya)

Contoh : seorang mahasiswa sedang mengikuti perkuliahan Penelitian Tindakan Kelas di ruangan kelas yang terasa panas, secara spontan mahasiswa tersebut mengipas-ngipaskan buku untuk meredam kegerahannya.

Ruangan kelas yang panas merupakan lingkungan(W) dan menjadi stimulus (S) bagi mahasiswa tersebut (O), secara spontan mengipaskan-ngipaskan buku merupakan respons (R) yang dilakukan mahasiswa. Merasakan ruangan tidak terasa gerah(W) setelah mengipas-ngipaskan buku.

Sedangkan perilaku sadar dapat digambarkan sebagai berikut:

W > S > Ow > R > W

Contoh : ketika sedang mengikuti perkuliahan Psikologi Pendidikan di ruangan kelas yang terasa agak gelap karena waktu sudah sore hari ditambah cuaca mendung, ada seorang mahasiswa yang sadar kemudian dia berjalan ke depan dan meminta ijin kepada dosen untuk menyalakan lampu neon yang ada di ruangan kelas, sehingga di kelas terasa terang dan mahasiswa lebih nyaman dalam mengikuti perkuliahan.

Ruangan kelas yang gelap, waktu sore hari, dan cuaca mendung merupakan lingkungan(W), ada mahasiswa yang sadar akan keadaan di sekelilingnya (Ow), –meski di ruangan kelas terdapat banyak mahasiswa namun mereka mungkin tidak menyadari terhadap keadaan sekelilingnya–. berjalan ke depan, meminta ijin ke dosen, dan menyalakan lampu merupakan respons yang dilakukan oleh mahasiswa yang sadar tersebut (R), suasana kelas menjadi terang dan mahasiswa menjadi lebih menyaman dalam mengikuti perkuliahan merupakan(W).

Sebenarnya, masih ada dua unsur penting lainnya dalam diri setiap individu yang mempengaruhi efektivitas mekanisme proses perilaku yaitu receptors (panca indera sebagai alat penerima stimulus) dan effectors (syaraf, otot dan sebagainya yang merupakan pelaksana gerak ( R).

Dengan mengambil contoh perilaku sadar tadi, mahasiswa yang sadar (Ow) mungkin merasakan penglihatannya (receptor) menjadi tidak jelas, sehingga tulisan dosen di papan tulis tidak terbaca dengan baik.[1].

  1. B. BUKU MONITORING

Buku monitoring digunakan untuk melihat aktifitas siswa diluar jam sekolah. Dalam hal ini adalah melihat kegiatan siswa yakni shalat.  Berikut bagan dari buku monitoring yang diperlukan :

NO NAMA KEGIATAN Bulan :…………………..Ahad ke :…..
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Ahad
1. Shalat Dzuhur
2. Shalat Ashar
3. Shalat Maghrib
4. Shalat Isya’
5. Shalat Subuh
6. Shala Sunnah
Tanda Tangan Ortu Wali
Tanda Tangan Wali Kelas
Ket :

1.1. gambar table monitoring siswa

Dari tabel diatas guru menjelaskan kepada siswa bagamaina cara mengisi table tesebut. Tabel tersebut harus dicontreng jika siswa tesebut melaksanakan kegiatan diatas. Kemudian harus disertai tanda tangan dari wali murid dan wali kelasnya,  dengan begitu bisa dipertanggung jawabkan kebenaran data dari siswa. Untuk yang member contrengan boleh dari pihak orang tua atau siswa itu sendiri, dengan catatan dalam pengawasan orang tua murid.

  1. C. MOTIVASI

Kata motif seringkali diartikan dengan istilah dorongan. Dorongan atau tenaga tersebut merupakan gerak jiwa dan jasmani untuk berbuat. Jadi motif tersebut merupakan suatu driving force yang menggerakkan manusia untuk bertingkah- laku, dan di dalam perbuatanya itu mempunyai tujuan tertentu. Tidak bisa dipungkiri, setiap tindakan yang dilakukan oleh manusia selalu di mulai dengan motivasi (niat).

Untuk lebih memperjelas pembahasan tentang motivasi, berikut pengertian motivasi menurut beberapa para ahli manajemen sumber daya manusia,  diantaranya yaitu:

  • Pengertian motivasi menurut Wexley & Yukl adalah pemberian atau penimbulan motif, dapat pula diartikan hal atau keadaan menjadi motif.
  • Sedangkan menurut Mitchell motivasi mewakili proses- proses psikologikal, yang menyebabkan timbulnya, diarahkanya, dan terjadinya persistensi kegiatan- kegiatan sukarela yang diarahkan ke tujuan tertentu.
  • Gray lebih suka menyebut pengertian motivasi sebagai sejumlah proses, yang bersifat internal, atau eksternal bagi seorang individu, yang menyebabkan timbulnya sikap antusiasme dan persistensi, dalam hal melaksanakan kegiatan- kegiatan tertentu.
  • T. Hani Handoko mengemukakan bahwa motivasi adalah keadaan pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu untuk melakukan kegiatan tertentu guna mencapai tujuan.
  • A. Anwar Prabu Mangkunegara, memberikan pengertian motivasi dengan kondisi yang berpengaruh membangkitkan, mengarahkan dan memelihara prilaku yang berubungan dengan lingkungan kerja.
  • H. Hadari Nawawi mendefinisikan motivasi sebagai suatu keadaan yang mendorong atau menjadi sebab seseorang melakukan sesuatu perbuatan atau kegiatan yang berlangsung secara sadar.
  • Soemanto secara umum mendefinisikan motivasi sebagai suatu perubahan tenaga yang ditandai oleh dorongan efektif dan reaksi- reaksi pencapaian tujuan. Karena kelakuan manusia itu selalu bertujuan, kita dapat menyimpulkan bahwa perubahan tenaga yang memberi kekuatan bagi tingkahlaku mencapai tujuan,telah terjadi di dalam diri seseorang.

Dari pengertian-pengertian motivasi diatas maka dapat disimpulkan bahwa motivasi merupakan suatu keadaan atau kondisi yang mendorong, merangsang atau menggerakan seseorang untuk melakukan sesuatu atau kegiatan yang dilakukannya sehingga ia dapat mencapai tujuannya.

Motivasi yang ada pada setiap orang tidaklah sama, berbeda-beda antara yang satu dengan yang lain. Untuk itu, diperlukan pengetahuan mengenai pengertian dan hakikat motivasi, serta kemampuan teknik menciptakan situasi sehingga menimbulkan motivasi/dorongan bagi mereka untuk berbuat atau berperilaku sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh individu lain/ organisasi.

  1. D. Ibadah

Ibadah secara bahasa (etimologi) berarti merendahkan diri serta tunduk. Sedangkan menurut syara’ (terminologi), ibadah mempunyai banyak definisi, tetapi makna dan maksudnya satu. Definisi itu antara lain adalah:

  1. Ibadah adalah taat kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya melalui lisan para Rasul-Nya.
  2. Ibadah adalah merendahkan diri kepada Allah Azza wa Jalla, yaitu tingkatan tunduk yang paling tinggi disertai dengan rasa mahabbah (kecintaan) yang paling tinggi.
  3. Ibadah adalah sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhai Allah Azza wa Jalla, baik berupa ucapan atau perbuatan, yang zhahir maupun yang bathin. Yang ketiga ini adalah definisi yang paling lengkap.

Ibadah terbagi menjadi ibadah hati, lisan, dan anggota badan. Rasa khauf (takut), raja’ (mengharap), mahabbah (cinta), tawakkal (ketergantungan), raghbah (senang), dan rahbah (takut) adalah ibadah qalbiyah (yang berkaitan dengan hati). Sedangkan tasbih, tahlil, takbir, tahmid dan syukur dengan lisan dan hati adalah ibadah lisaniyah qalbiyah (lisan dan hati).

Sedangkan shalat, zakat, haji, dan jihad adalah ibadah badaniyah qalbiyah (fisik dan hati). Serta masih banyak lagi macam-macam ibadah yang berkaitan dengan amalan hati, lisan dan badan. Ibadah inilah yang menjadi tujuan penciptaan manusia. Allah berfirman:

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. Aku tidak menghen-daki rizki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi makan kepada-Ku. Sesungguhnya Allah Dia-lah Maha Pemberi rizki Yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.” (Adz-Dzaariyaat : 56-58)

Allah Azza wa Jalla memberitahukan bahwa hikmah penciptaan jin dan manusia adalah agar mereka melaksanakan ibadah hanya kepada Allah Azza wa Jalla. Dan Allah Maha kaya, tidak membutuhkan ibadah mereka, akan tetapi merekalah yang membutuhkan-Nya, karena ketergantungan mereka kepada Allah, maka barangsiapa yang menolak beribadah kepada Allah, ia adalah sombong.

Siapa yang beribadah kepada-Nya tetapi dengan selain apa yang disyari’atkan-Nya, maka ia adalah mubtadi’ (pelaku bid’ah). Dan barangsiapa yang beribadah kepada-Nya hanya dengan apa yang disyari’atkan-Nya, maka ia adalah mukmin muwahhid (yang mengesakan Allah).

Sesungguhnya ibadah itu berlandaskan pada tiga pilar pokok, yaitu: hubb (cinta), khauf (takut), raja’ (harapan). Rasa cinta harus disertai dengan rasa rendah diri, sedang-kan khauf harus dibarengi dengan raja’. Dalam setiap ibadah harus terkumpul unsur-unsur ini. Allah berfirman tentang sifat hamba-hamba-Nya yang mukmin:

“Dia mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya.” [Al-Maa-idah: 54]

Sebagian Salaf berkata , “Siapa yang beribadah kepada Allah dengan rasa cinta saja, maka ia adalah zindiq, siapa yang beribadah kepada-Nya dengan raja’ saja, maka ia adalah murji’. Dan siapa yang beribadah kepada-Nya hanya dengan khauf, maka ia adalah haruriy. “Barangsiapa yang beribadah kepada-Nya, maka ia adalah mukmin muwahhid.”


[1] Abin Syamsuddin Makmun.OP.CIT, hal:78

1 Komentar (+add yours?)

  1. moeslemin
    Jan 12, 2010 @ 10:07:33

    Asyik,,gak usah ngprint,,

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: